Sunday, July 23, 2017

#sedikitrangkaiankata 86: Insan Cendekia: Organisasi (molekul 1 dari 4)

Organisasi Siswa Cendekia (OS-Cendekia) merupakan nama dari OSIS pada MAN Icehs. Dikutip dari laman resminya, OS-Cendekia dikatakan sudah berdiri sejak awal madrasah aliyah itu ada. Sejarah lengkapnya insya Allah akan saya ceritakan pada #serangkaikata (nama baru untuk kumpulan karya nonilmiah yang saya) nanti. Rangkaian cerita ini adalah pengalaman saya dan kawan2 OS-C masa bakti 2014--2015 dan 2015--2016.

#MBSquadJournal: Diusilin Tes

Kenapa bisa gak jadi turun di Kota Malang?

Kami akhirnya turun di Stasiun Blitar, beberapa stasiun (cukup jauh sih) dari Stasiun Malang Kota yang harusnya jadi tempat turun kami dari kereta api Matarmaja. Hal itu dikarenakan adanya kabar duka yang menjelang pada Farida, sang tuan rumah bagi kami anak-anak Squad. Kakek (atau Mbah) Farida meninggal dunia. Maka, kami pun ikut mengunjungi rumah Mbahnya Farida untuk melaksanakan salat jenazah.

Setelah berfoto di depan Stasiun Blitar dan berpisah dengan Ashari (aku tak sempat pamitan dengan serius ke si papa itu) (Azfar sudah jalan duluan karena beda gerbong), kami naik elf yang sudah dipesan oleh Bapaknya Farida menuju rumah Mbah.

#sedikitrangkaiankata 84: Insan Cendekia: Bahasa

"I'm standing here as the representative of Language Division of OSIS, would like to tell you that today is Language Fun Day. I repeat, today is Language Fun Day. So, please use English or Arabic to speak during the time or you will get punishment. Thank you!"

*

That was not exactly the words said by M. Azzam Muzakki (now on ITB, Mechanical Engineering) few years ago, but that was close enough into it. I am still remembering it until now. That time, I was really young ._. , I mean I was knew nothing about "speaking fluently with foreign language". But, as the student of Icehs, soon I would need this ability not only for studying, but to enhance my capability on reading English journal for my writing resources, to speak with foreigners, etc..

#sedikitrangkaiankata 83: Kamu Namanya Siapa?

Kamu, yang sedang membaca ini.

Bolehkah aku tahu siapa namamu? Terserah kamu mau memberitahukan saya nama asli lengkap, hanya nama panggilan, nama pena lengkap, nama pena panggilan, atau nama apa pun yang dapat mendeskripsikan dirimu.

#sedikitrangkaiankata 82: Itu Namanya Nida

Namaku Nida.

Aku tak dapat banyak menceritakan diriku. Biarlah nanti sang penulis yang menceritakan detil hidupku.

*

Ah, penulis, kau benar-benar memaksaku untuk bercerita?

Iya, sedikiiit saja. Please, Nida, me really need ur own story b4 i told it to every1.

Oke-oke-oke.

#sedikitrangkaiankata 81: Ini Namanya Zetta

Halo, perkenalkan, namaku Zetta (ini tumben-tumbennya lho aku memperkenalkan diri seperti ini) (hanya sekali ini saja, setelahnya penulis yang akan menceritakan serunya perjalanan hidupku hehehe)

Aku lahir di sebuah desa kecil nun jauh di negara dengan luas wilayah terbesar di dunia. Entahlah mengapa waktu itu ayahku---yang orang Jawa tulen---kepikiran saja untuk meminang ibuku---yang berdarah Kazakh dan juga Muslim seperti ayah.

#sedikitrangkaiankata 80: Lima Orang Baik

Saya pernah bertemu dengan lima orang baik selama sehari. Lima orang baik ini saya ingat karena berhasil menjadi salah satu reminder terbaik bagi saya dalam hidup saya yang sudah 17 tahun lamanya ini. Lima orang baik ini saya temui pada 7 Mei tahun ini. Mereka saya temui dalam perjalanan izin khusus saya pada hari-hari terakhir saya menjadi peserta didik madrasah aliyah itu. Saya menganggap mereka istimewa karena ketika itu saya memang sedang agak galau. Ya sedang capai aja sih. Superintensif yang luar biasa melelahkan (walau banyak istirahatnya juga). Tantangan terbesar setelah wisuda/pelepasan: SBMPTN. Nah, beliau-beliau inilah pengobat hati saya, selain kedua orang tua kandung saya dan orang tua lain yang mengasuh saya di Icehs.